This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 15 Juni 2017

Membuat ArrayAdapter

ListActivity Menggunakan ArrayAdapter di Android

Pertama buatalah sebuah project android baru dengan property :

Project name          : Array1
Build target             : Android 2.3
Application name    : array1
Package name        : com.wilis.array1
Activity                  : array1
Min SDK               : 9

1. Main.xml
Ubahlah file main.xml dalam direktori res/layout menjadi seperti ini :


<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<linearlayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:orientation="vertical"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="fill_parent"
    >
<TableLayout
 android:layout_width="wrap_content"
 android:layout_height="wrap_content"
 android:stretchColumns="1"
 >
 <tablerow>
  <textview android:text="Name : "/>
  <edittext android:id="@+id/nama"/>
 </TableRow>
 <tablerow>
  <radiogroup android:id="@+id/jekel">
   <radiobutton
    android:id="@+id/pria"
    android:text="Pria"
    />
   <RadioButton
    android:id="@+id/perempuan"
    android:text="Perempuan"
    />
  </RadioGroup>
 </TableRow>
 <tablerow>
  <textview android:text="Alamat : "/>
  <edittext android:id="@+id/alamat"/>
 </TableRow>
 <button
  android:id="@+id/save"
  android:layout_width="fill_parent"
  android:layout_height="wrap_content"
  android:text="Save"
 />
 </TableLayout>
</LinearLayout>


2. array1.java
Ubahlah file array1.java dalam direktori src/com.wilis.array1 menjadi seperti ini :
package com.wilis.array1;
import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.RadioGroup;
public class array1 extends Activity {
 almag r = new almag();
    /** Called when the activity is first created. */
    @Override
    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.main);
        Button save=(Button)findViewById(R.id.save);
        save.setOnClickListener(onSave);
    }
private View.OnClickListener onSave=new View.OnClickListener() {
  
 public void onClick(View v) {
  // TODO Auto-generated method stub
  EditText nama = (EditText)findViewById(R.id.nama);
  EditText alamat = (EditText)findViewById(R.id.alamat);
   
  r.setNama(nama.getText().toString());
  r.setAlamat(alamat.getText().toString());
   
  RadioGroup jekel=(RadioGroup)findViewById(R.id.jekel);
   
  switch(jekel.getCheckedRadioButtonId()){
   case R.id.pria:
    r.setJekel("Pria");
   break;
   case R.id.perempuan:
    r.setJekel("Perempuan");
   break;
   }
  }
 };
}

3. almag.java
Buatlah sebuah file java baru di dalam direktori src/com.wilis.array1 bersama dengan array1. dengan cara klik kanan pada project New > Class. kemudian ubahlah isinya menjadi seperti ini :
package com.wilis.array1;
import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.RadioGroup;
public class array1 extends Activity {
 almag r = new almag();
    /** Called when the activity is first created. */
    @Override
    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.main);
        Button save=(Button)findViewById(R.id.save);
        save.setOnClickListener(onSave);
    }
private View.OnClickListener onSave=new View.OnClickListener() {
  
 public void onClick(View v) {
  // TODO Auto-generated method stub
  EditText nama = (EditText)findViewById(R.id.nama);
  EditText alamat = (EditText)findViewById(R.id.alamat);
   
  r.setNama(nama.getText().toString());
  r.setAlamat(alamat.getText().toString());
   
  RadioGroup jekel=(RadioGroup)findViewById(R.id.jekel);
   
  switch(jekel.getCheckedRadioButtonId()){
   case R.id.pria:
    r.setJekel("Pria");
   break;
   case R.id.perempuan:
    r.setJekel("Perempuan");
   break;
   }
  }
 };
}

Sekarang jalankan Aplikasi ArrayAdapter anda dengan cara klik Run > Run As Android Aplication.

Sumber :  Pemograman Aplikasi Mobile Smartphone dan tablet PC Berbasic Android Penerbit Informatika, Bandung, 2012 By : Nazruddin Safaat.

Aplikasi Android ArrayAdapter anda sekarang sudah selesai, baca juga tutorial membuat aplikasi android lainnya.


Android

Android

Prinsip tersebut yang membuat Android menjadi sistem operasi paling populer saat ini. Perjalanan Android pun sudah sampai ke generasi ke tujuh dalam sembilan tahun terakhir. Berikut sejarah perjalanan singkatnya, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Senin (17/10/2016).
 
1. Android 1.0 (2008)
Sistem operasi ini bisa dibilang sebagai Android bayi yang masih sangat sederhana. Pengguna diajak beradaptasi dengan peradaban baru dalam menjajal sebuah perangkat telekomunikasi mobile.
Jika hari ini kita terbiasa menggulir layar ke bawah untuk melihat notifikasi, perlu diketahui bahwa asal-muasalnya dari Android 1.0 ini.
 
Sebab, di versi inilah Google untuk pertama kalinya memperkenalkan mekanisme pengecekan notifikasi yang kerap diistilahkan pull-down notification tersebut.Selain notifikasi, dua komponen pada Android 1.0 yang masih digunakan hingga kini adalah widget aplikasi, serta toko aplikasi Google Play Store yang kala itu masih bertajuk "Market".
Sistem operasi ini juga menyatukan layanan Gmail. Dua aplikasi tersebut, Gmail dan Market, menjadi layanan bawaan paling purba yang dipatrikan Google pada Android 1.0.

2. Android 1.5 Cupcake (2009)
Ini adalah debut versi Android yang menggunakan nama kudapan manis. Tradisi tersebut dipertahankan hingga sekarang.
Pada Cupcake, Google juga memperkenalkan SDK widget untuk developer pihak ketiga. Gunanya agar aplikasi pihak ketiga bisa memiliki widget sendiri layaknya aplikasi bawaan Google.
Dua pembaruan signifikan pada Cupcake juga meliputi kemampuan perekaman video dengan kamera ponsel, serta kemampuan keyboard layar sentuh. 

3. Android 1.6 Donut (2009)
Masih di tahun yang sama, Google tak sabar menghadirkan Android baru bertajuk "Donut". Pada versi ini, Google mengumumkan bahwa Android bisa digunakan untuk perangkat mobile dengan ukuran layar berapa saja.
Android Donut juga memunculkan kolom pencarian pada antarmuka ponsel. Pengguna bisa mencari informasi di internet, file lokal, kontak, dan apa saja secara lebih cepat dengan kolom tersebut. 

4. Android 2.0 Eclair (2009)
2009 memang merupakan tahun produktif bagi Google dalam menelurkan sistem operasi. Eclair menjadi Android pertama yang menghadirkan layanan navigasi Google Maps.
Sistem tersebut menjadi awal mula era GPS yang sekarang bukan cuma ada di ponsel, tapi juga di mobil-mobil modern. Eclair juga menjadi Android pertama yang mendukung HTML5 pada peramban sehingga bisa memutar video.
Kemampuan membuka layar alias unlock-screen dengan mekanisme menyapu atau swipe juga diperkenalkan pada Eclair.

5. Android 2.2 Froyo (2010)
 
Tahun 2010, selain meluncurkan Android Froyo, Google juga menghadirkan ponsel Nexus pertama yang dinamai "Nexus One". Ada beberapa pembaruan pada Froyo dibandingkan pendahulunya. Tentu saja pengguna Nexus One menjadi yang pertama mendapat update Android tersebut.
Dari segi tampilan, Android Froyo memungkinkan lima panel layar depan alias home screen. Sebelumnya, batas panel cuma sampai tiga saja.
Froyo juga menambah pilihan keamanan penguncian bagi pengguna. Dari yang sebelumnya cuma penguncian pola (pattern lock), belakangan dilengkapi dengan opsi penguncian PIN atau PIN lock.

6. Android 2.3 Gingerbread (2010)
Menyadari kebutuhan netizen akan selfie, Google pun membangun versi Gingerbread dengan kemampuan kamera depan untuk membidik foto mandiri. Pada versi ini, pengguna juga bisa melihat desain ulang antarmuka yang cukup signifikan.
Selain itu, dari segi fungsi, Gingerbread memungkinkan pengguna memencet keyboard virtual secara berbarengan alias multitouch. Kemampuan ini dipertahankan hingga sekarang dengan berbagai peningkatan kinerja.

7. Android 3.0 Honeycomb (2011)
Sistem operasi ini mendukung kemampuan tombol virtual untuk home, back, dan menu, untuk pertama kalinya. Sasarannya pun lebih ke perangkat tablet ketimbang smartphone. Pada masa itu, memang pasar tablet sedang subur-suburnya.



8. Android 4.0 Ice Cream Sandwich (2011)
Versi ini memboyong kemampuan pada Honeycomb tapi lebih menyasar smartphone. Contohnya saja kemampuan tombol virtual yang hingga sekarang banyak diimplementasikan para vendor.
Beberapa pembaruan fitur lainnya mencakup kemampuan membuka layar menggunakan wajah (face unlock), analisa penggunaan data internet, serta paket aplikasi bawaan dari vendor yang mencakup kalendar, mail, kalkulator, dan lainnya. 

9. Android 4.1 Jelly Bean (2012)
Nah, ini dia versi Android yang membawa pembaruan cukup signifikan setelah beberapa kali update yang dilakukan Google hanya membawa perbedaan minor.
Salah satunya, Jelly Bean memungkinkan pengguna menggulir (scroll) cepat home screen ke bawah untuk melihat kumpulan informasi penting, seperti agenda, email, dan laporan cuaca. Sebelumnya, pengguliran ke bawah cuma memperlihatkan notifikasi aplikasi.
Selain itu, Jelly Bean merupakan upaya pertama Google untuk menghadirkan asisten digital yang dinamai Google Now. Mulai dari versi ini, Google semakin berhasrat untuk membuat asisten digital yang lebih hidup, manusiawi, dan relevan bagi pengguna.
 
10. Android 4.4 KitKat (2013)


Butuh setahun bagi Google untuk menghadirkan KitKat. Versi Android ini memberikan suasana yang segar dengan pembaruan antarmuka beraksen putih dan biru muda.
Pada KitKat, Google menghadirkan perintah pencarian menggunakan suara atau disebut "Ok, Google". Fitur ini dirundung puji-pujian dari para pakar teknologi.
Di saat bersamaan, Google juga meluncurkan aplikasi pesan singkat Hangouts untuk pertama kalinya. Sayangnya, belakangan Hangouts dilabeli sebagai layanan Google yang gagal karena tak menuai penetrasi yang memuaskan. 

11. Android 5.0 Lollipop (2014)
Pembaruan yang mencolok pada Lollipop tampak dari sisi desainnya yang diperhalus dan disesuaikan dengan zaman. Selain itu, fitur-fitur yang sudah hadir pada Android sebelumnya ditingkatkan.
Inovasi kurang terasa pada versi ini. Satu-satunya yang lumayan baru adalah dukungan untuk gambar berformat RAW. Format itu memungkinkan para ilustrator, fotografer, atau graphic designer menyimpan file dengan ukuran besar agar bisa diedit tanpa mengurangi kualitas.

12. Android 6.0 Marshmallow (2015)
Menu aplikasi pada Android Marshmallow benar-benar dibuat baru. Desainnya membuat pengguna merasa naik kelas dari versi sebelumnya karena lebih dinamis.
Selain itu, ada juga fitur memory manager yang memungkinkan pengguna mengecek penggunaan memori pada tiap aplikasi. Rentan waktu pengecekannya bisa disetel dari tiga jam yang lalu hingga 24 jam sebelumnya.


 13. Android 7.0 Nougat (2016)


Nougat adalah versi Android termutakhir yang baru diperkenalkan pada ajang kumpul developer Google I/O, pertengahan 2016 ini. Beberapa lama setelahnya, Google menghadirkan Nougat secara resmi untuk publik.
Pembaruan paling mendasar pada versi Nougat adalah kehadiran Google Assistant yang menggantikan Google Now. Asisten digital tersebut lebih bisa diandalkan untuk menjalankan pelbagai fungsi.
Fitur-fitur baru lainnya mencakup layar split-screen saat dipakai multitasking, serta fitur Doze yang telah dikenalkan di versi Android Marshmallow namun telah ditingkatkan. Android Nougat juga memiliki dukungan terhadap platform virtual reality terbaru Google.


Selasa, 21 Juni 2016

Tutorial Menginstall Aplikasi Joomla

Ohayou,, kali ini saya akan menjelaskan tentang cara menginstall Aplikasi Joomla

Langkah-langkahnya :

1. Buatlah database di Xampp MySQL
     - Klik Stat => Ketik Xampp Controller di search
     - Untuk pilihannya aktifkan (ubah start menjadi stop) pada Apache dan Mysql
     - Buka Web browser pada PC anda
     - Ketikkan di alamat web : "Localhost /PHPMyAdmin"
       Note : Dengan Menuliskan localhost/PHPMyAdmin. Kita bisa langsung menuju ke MYSQLnya untuk membuat database
     - Klik SQL => Ketikkan "Create Database TheWorldMiracle;"
       Note : Diasumsikan saya membuat database TheWorldMiracle

  

       Databse TheWorldMiracle sudah jadi 
 

  2. Penginstalan Aplikasi
     - Klik Windows Explorer pada layar desktop anda => Klik Data D => Klik Joomla_3.4.1.zip
       Note : Untuk aplikasi Joomla tidak perlu di extract dengan cara mengklik kanan. Dan diasumsikan aplikasi Joomla yang ter-zip saya simpan di Data D. 


     - Klik Extract To


     - Pada kotak dialog Extract Path and Option buka folder C => Pilih Xampp => Klik htdocs
     - Buatlah folder baru dalam folder htdocs
       Contoh : C:\xampp\htdocs\joomlarafqa


     - Buka kembali web browser anda
     - Ketikkan di web address : "localhost\joomlarafqa"
       Note : localhost\joomlarafqa adalah nama folder yang anda buat di htdocs tadi.
     - Muncul tampilan index of/joomlarafqa. Click folder Joomla_3.4.1/



     - Muncul tampilan konfigurasi Joomla. Isilah tiap-tiap form


  • Select Language : Untuk memilih bahasa
  • Site Name : Nama situs yang anda akan buat
  • Description : Untuk menggunakan ciri khas yang anda buat
  • Admin E-mail : Sebagai pengelola website, masukkan alamat e-mail anda
  • Admin Username : Username untuk akun super administrator
  • Admin Password : Password dari akun super administrator
  • Confirm admin Password : Untuk menggkonfigurasi password agar tidak salah
      - Klik Yes pada site Online => Next

      - Pada database configuration isilah tiap-tiap form


  • Database type : Tipe database
  • Hostname : Isikan Localhost
  • Username : Isikan Root
  • Password : Untuk keamanan database <Password jangan diisi>
  • Database name : Nama Database yang anda telah buat
        Note : Diasumsikan nama database yang saya buat adalah "Rafqa"
 Table prefix : Abaikan 
      - Klik backup => Next
      - Pada tab overview, dalam pilihan Install Sample Data, Klik Default English GB Sample Data


      - Klik Yes pada Configuration E-Mail
      - Klik Install
      - Tunggu hingga penginstalan selesai

      - Jika sudah muncul "Congratulations! Joomla! is now installed" berarti Joomla anda berhasil diinstal


      - Klik Remove Instalation folder = Untuk menghapus folder penginstalan anda
      - Klik Administrator
      - Untuk login masukkan username dan password.




Itulah langkah-langkah dalam pembuatan aplikasi Joomla. Semoga bisa membantu.